Deretan pegunungan eksotis yang terletak di kawasan Baturagung sebelah utara Kabupaten Gunungkidul ini tersusun atas material vulkanik tua yang terbentuk sekitar 600.000-70.000.000 tahun yang lalu. Struktur geologi yang tersusun atas endapan vulkanik dari aliran gunung api bawah laut jutaan tahun yang lalu akhirnya membentuk gugusan pegunungan indah yang terdiri dari batuan breksi andesit, tufa hingga lava bantal. Gugusan pegunungan purba Nglanggeran terdiri dari beragam bentuk fisiografis berupa gunung, bukit, bongkahan batu raksasa, goa hingga mata air.

Selain eksostisme bentang alamnya, Nglanggeran juga memiliki keunikan budaya dari masyarakat yang menghuni kawasan ini. Tak ada catatan yang akurat terkait sejak kapan masyarakat Nglanggeran menghuni kawasan Gunung Api Purba ini. Beberapa sumber lokal mengatakan bahwa, Nglanggeran sebagai sebuah desa telah ada sejak abad 17/18 yang dikaitkan dengan sosok bernama Manguntirto yang hidup pada masa Kerajaan Mataram Islam. Manguntirto merupakan anak dari Ronggowarsito yang melakukan perlawanan terhadap Belanda saat peristiwa Perjanjian Giyanti 1755. Belanda kemudian melakukan pengejaran namun tidak pernah berhasil menangkap Manguntirto. Tempat persembunyian terakhir Manguntirto inilah yang kemudian menjadi sebuah desa dengan nama Pelanggeran dan akhirnya menjadi Nglanggeran.

Arti nama Nglanggeran sendiri memiliki makna setiap ada perilaku jahat pasti tertangkap/ ketahuan/ cepat mendapat balasannya. Ada juga yang menuturkan Gunung Nglanggeran berasal dari kata Langgeng artinya desa yang Aman dan Tentram. Keindahan lanskap alam serta keunikan budaya masyarakatnya membuat Nglanggeran menjadi tujuan wisata domestik hingga mancanegara. Wisatawan bisa mengunjungi beragam destinasi wisata alam dan budaya di Nglanggeran seperti Kalisong, Song Gudel, Camping Bejo, Arca, Embung, Gunung Pendem, Kedung Kandang, Griya Coklat, Griya Batik, Griya Spa, Kampung Pitu, Watu Bantal, Tlogo Guyangan, Tranggulasi, Kambing Etawa, Amphiteater hingga Tapak Jaran Sembrani serta beragam objek wisata dan atraksi budaya lainnya.


Nglanggeran –Exotic Ancient Volcano and Its Cultural Landscape

The exotic mountain range located in the Baturagung area north of Gunungkidul Regency is composed of ancient volcanic materials formed approximately 600,000-70,000,000 years ago. The geological structure which was composed of deposits from submarine volcanic flow millions of years ago eventually formed a magnificent mountain range consisting of andesite breccia, tuff and pillow lava. The ancient Nglanggeran mountain cluster comprises various physiographic forms such as mountains, hills, giant boulders, caves, and springs.

In addition to its natural beauty, Nglanggeran also has the unique culture of the people who inhabit this area. There is no exact record of when the Nglanggeran people inhabited this ancient volcanic area. Some local sources claim that Nglanggeran is a village that has existed since the 17th/18th centuries and is associated with a character named Manguntirto who lived in the era of Mataram sultanate. Manguntirto was the son of Ronggowarsito who fought against the Dutch during The Treaty of Giyanti in 1755. The Dutch then gave chase but never succeeded in capturing Manguntirto. Manguntirto’s last hiding place later became a village with the name “pelanggeran” which later became Nglanggeran.

The name “Nglanggeran” has the meaning that any evil behavior will eventually be caught or punished. Some also say that Nglanggeran comes from the Javanese word “Langgeng,” meaning a peaceful and tranquil village. The beauty of the natural landscape and the uniqueness of its culture make Nglanggeran a destination for domestic and international tourists. Tourists can visit various natural and cultural attractions in Nglanggeran, such as Kalisong, Song Gudel, Camping Bejo, Arca, Embung, Gunung Pendem, Kedung Kandang, Griya Coklat, Griya Batik, Griya Spa, Kampung Pitu, Watu Bantal, Tlogo Guyangan, Tranggulasi, Kambing Etawa, Amphitheater, and Tapak Jaran Sembrani, among many other tourist spots and cultural attractions.