Desa Wisata Kajii (Dewi Kajii) di Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, dikenal sebagai desa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal yang telah menorehkan berbagai prestasi. Pengembangannya bertumpu pada potensi lokal berbasis masyarakat, mulai dari seni tradisi, kehidupan pedesaan, hingga aktivitas edukatif, termasuk budidaya ikan hias yang memiliki nilai edukasi, ekonomi, dan daya tarik wisata berkelanjutan. Dengan karakter tersebut, Dewi Kajii tumbuh sebagai ruang belajar sekaligus destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman wisata autentik khas Bantul.
Berangkat dari potensi tersebut, Dinas Pariwisata DIY bersama DPRD DIY dan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) DIY melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan SDM Pemandu Wisata untuk wilayah Bantul. Kegiatan ini digelar di Desa Wisata Kajii dan dihadiri Anggota DPRD DIY Andriana Wulandari, serta dua narasumber dari HPI DIY, Rabu(04/02/2026).
Bimtek pemandu wisata ini menitikberatkan pada penguatan teknis penyampaian materi “Jogja Istimewa” kepada wisatawan, etika profesi pemandu, penerapan K3 kepariwisataan, serta strategi penanganan komplain wisatawan. Materi tersebut dirancang untuk membekali pemandu wisata agar mampu menyampaikan informasi secara akurat, komunikatif, serta berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Pemandu wisata yang memiliki kompetensi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna dan edukatif, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi budaya kelas dunia. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kepuasan dan loyalitas wisatawan, tetapi juga pada keberlanjutan pariwisata daerah.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta sebagai tindak lanjut dari Sosialisasi Pemandu Wisata yang sebelumnya dilaksanakan di tiga lokasi di Kabupaten Bantul. Melalui peningkatan kapasitas pemandu wisata, diharapkan terjadi peningkatan length of stay (LoS) dan spending money wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

