Upaya meningkatkan skor Indonesia Muslim Travel Index sekaligus memperkuat layanan wisata yang bersih, nyaman, dan inklusif, Dinas Pariwisata DIY menggelar Sosialisasi Pariwisata Ramah Muslim (PRM) di Desa Wisata Kampung Satwa Jogja, Moyudan, Sleman, Senin (06/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi ramah bagi seluruh wisatawan. Sosialisasi dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Masyarakat Ekonomi Syariah DIY, serta asosiasi pariwisata seperti Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), ASTINDO, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Forkom Desa/Kampung Wisata DIY serta pengelola destinasi dan desa wisata di wilayah Sleman Selatan.

Sosialisasi menghadirkan narasumber Imam Priyono, Ghifari Yuristiadhi (MES DIY & SV UGM), Coach Wulan (Pelatih Indonesia), serta Irfan Afifi (budayawan dan penulis buku Islam Jawa).
Melalui sosialisasi ini, pelaku pariwisata didorong untuk memastikan ketersediaan makanan dan minuman halal yang menjadi pengeluaran terbesar kedua wisatawan di DIY, serta menyediakan sarana ibadah yang bersih dan fasilitas sanitasi yang higienis sesuai pedoman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tahun 2024. Pariwisata Ramah Muslim sendiri bukan konsep eksklusif, melainkan pendekatan pariwisata yang inklusif bagi semua segmen wisatawan dengan mengedepankan kebersihan dan kenyamanan layanan.


