Sebagai bagian dari Program Penguatan Desa/Kampung Wisata 2026, Dinas Pariwisata DIY bersama Tim Pendamping DPD GIPI DIY melakukan verifikasi lapangan di Desa Wisata Grogol pada Senin (13/04/2026). Kegiatan ini menjadi langkah untuk melihat kesiapan desa dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Didampingi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, pemerintah kalurahan, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis), verifikasi ini juga meninjau potensi, kesiapan kelembagaan, dan dukungan masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

Perjalanan Desa Wisata Grogol sendiri berangkat dari cerita sederhana. Padukuhan ini pernah menghadapi keterbatasan ekonomi, namun semangat masyarakat mampu mengubah keadaan. Dirintis sejak 2010 dan resmi menjadi desa wisata pada 2012, kini Grogol menghadirkan pengalaman wisata berbasis alam, budaya, kuliner lokal, hingga aktivitas edutrip dan outbound.
Sejak 2014, desa ini terus menarik kunjungan wisatawan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat. Melalui Program Penguatan Desa/Kampung Wisata 2026, pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM dan pengelolaan desa wisata di 11 bidang strategis, mulai dari event, kuliner, hingga digitalisasi promosi agar semakin profesional dan berdaya saing.

Dari lima desa yang diusulkan, dua desa akan terpilih untuk mendapatkan pendampingan intensif. Karena itu, komitmen pengelola, kesiapan kelembagaan, serta dukungan masyarakat menjadi kunci penting dalam proses seleksi.

