Dinas Pariwisata DIY menggelar kegiatan Sosialisasi Pariwisata Ramah Muslim (PRM) keempat pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Desa Wisata Trumpon, Kalurahan Merdikorejo, Tempel, Sleman, dari pagi hingga siang hari.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi DIY sebagai destinasi wisata yang inklusif dan ramah bagi semua wisatawan. Melalui kolaborasi lintas sektor bersama DPRD DIY, MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) DIY, serta berbagai asosiasi pariwisata seperti ASITA, ASTINDO, PHRI, PUTRI HPI, Forkom Desa/Kampung Wisata DIY, dan pengelola destinasi/kampung wisata, Dinas Pariwisata DIY terus mendorong peningkatan kualitas layanan wisata yang nyaman, bersih, dan berdaya saing.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Basit Sugiyanto (Komisi B DPRD DIY), Ghifari Yuristiadhi (MES DIY & SV UGM), Revianto Budi Santosa (Dewan Budaya & Tim Ahli Cagar Budaya), serta Irfan Afifi (Budayawan & Penulis Buku Islam Jawa).
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya penguatan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim sebagai bagian dari upaya meningkatkan skor Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Fokusnya antara lain pada ketersediaan makanan dan minuman halal yang menjadi pengeluaran terbesar kedua wisatawan di DIY serta penyediaan sarana ibadah yang bersih dan fasilitas sanitasi yang higienis, sesuai Pedoman Menparekraf Tahun 2024.

Pariwisata Ramah Muslim bukanlah konsep yang eksklusif, melainkan pendekatan layanan yang inklusif bagi semua wisatawan dengan menekankan nilai kebersihan, kenyamanan, dan kemudahan akses layanan.
Mari bersama-sama mendukung pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di DIY dengan menghadirkan layanan wisata yang bersih, nyaman, dan ramah bagi semua. Bersama, kita wujudkan Jogja sebagai destinasi yang semakin inklusif dan mendunia!

