Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo, menjadi lokasi penyerahan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari program percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM di desa wisata. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan, pada Minggu (31/5/2026).

Penyerahan sertifikat halal ini merupakan tindak lanjut kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH dalam upaya memperkuat ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, sertifikat halal diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan pelaku UMKM Desa Wisata Jatimulyo.

foto : bpjph.halal.go.id

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan standar produk, tetapi juga merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan dan daya saing pelaku usaha di sektor pariwisata.

Program percepatan sertifikasi halal sendiri telah dilaksanakan sejak Juli 2025 melalui proyek percontohan di 20 desa wisata dan diperluas ke 1.500 desa wisata di seluruh Indonesia sejak akhir tahun 2025. Hingga 30 Mei 2026, Desa Wisata Jatimulyo mencatatkan capaian 123 pelaku UMKM dengan 139 produk yang telah memperoleh sertifikat halal.

Secara nasional, kolaborasi Kementerian Pariwisata dan BPJPH telah menghasilkan 31.548 sertifikat halal yang tersebar di 1.116 desa wisata di 34 provinsi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan destinasi pada 15 provinsi peserta Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

Mewakili Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di Desa Wisata Jatimulyo. Menurutnya, sertifikasi halal memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pemenuhan aspek administratif.

“Ketika produk-produk UMKM di desa wisata memperoleh sertifikasi halal, yang sedang kita bangun bukan hanya legalitas produk, melainkan peradaban usaha yang lebih bermartabat. Kita sedang menegaskan bahwa desa mampu menjadi ruang ekonomi yang maju tanpa kehilangan keluhuran nilainya,” ungkap Imam.

Desa Wisata Jatimulyo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena berbagai capaian yang telah diraih, di antaranya sebagai Juara I Kategori Desa Wisata Maju pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Selain itu, desa wisata ini juga telah memperoleh fasilitasi sertifikasi desa wisata berkelanjutan sejak tahun 2020.

Melalui program sertifikasi halal, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM desa wisata yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat kepercayaan wisatawan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!