Perkembangan pariwisata di era digital membawa banyak peluang baru bagi pelaku usaha. Namun di balik pertumbuhan tersebut, muncul tantangan berupa aktivitas ekonomi yang berkembang di luar sistem formal dan perlu ditata agar tidak mengganggu terciptanya iklim usaha yang sehat, tertib, dan berkeadilan.
Berangkat dari semangat tersebut, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menata Ekonomi Bayangan untuk Mewujudkan Pariwisata DIY yang Adil dan Bertanggung Jawab” di Hotel KHAS Malioboro, Jumat (17/07/2026).

Forum ini menjadi ruang dialog lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan pariwisata untuk membahas strategi penataan aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
Melalui diskusi tersebut, berbagai aspek menjadi perhatian bersama, mulai dari mendorong inovasi usaha, memastikan kepastian hukum, menciptakan persaingan yang sehat, hingga memberikan perlindungan bagi pelaku usaha yang telah menjalankan kegiatan sesuai regulasi. Penataan ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata DIY agar tetap kompetitif dan inklusif.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs. Imam Pratanadi, M.T., dengan arahan dari Anggota DPD RI Sauqi Suratno dan Wakil Ketua DPRD DIY Bidang Pariwisata Budi Waljiman.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Imam Budidharma (Kepala Bidang Perekonomian BAPPERIDA DIY), Muhammad Thamrin (General Manager Yogyakarta International Airport), serta Dr. Erda Rindrasih (Dosen Kebijakan Publik Fisipol UGM) yang memberikan perspektif dari sisi kebijakan, industri, dan tata kelola pembangunan pariwisata.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan sekaligus menjadi pijakan dalam menyusun langkah strategis penataan ekonomi bayangan di sektor pariwisata.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem pariwisata DIY yang lebih tertib, adil, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis.







