Ekonomi kreatif bukan hanya soal jumlah pelaku atau besarnya potensi yang dimiliki. Di baliknya ada ekosistem yang saling terhubung, mulai dari pelaku, ruang tumbuh, dukungan kebijakan, hingga berbagai tantangan yang perlu dijawab bersama.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam penerimaan kunjungan Direktorat Kajian dan Manajemen Strategis, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Jumat (7/8/2026). Pertemuan ini membahas dukungan pelaksanaan Creative Ecosystem Diagnostic Model (CEDM), sebuah pendekatan untuk memetakan kondisi ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komprehensif.

Pemetaan ini menjadi langkah penting untuk melihat kondisi di lapangan secara lebih utuh, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dapat diperkuat. Dengan data yang lebih terukur, kebijakan dan program pengembangan ekonomi kreatif diharapkan semakin tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif DIY yang semakin kuat, adaptif, dan berkelanjutan—sehingga potensi yang ada tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.


