Pariwisata tidak tumbuh sendirian. Di dalamnya ada konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, infrastruktur, hingga berbagai sektor yang saling terhubung. Karena itu, membangun pariwisata yang kuat membutuhkan sinergi dan langkah yang berjalan dalam satu arah.
Semangat tersebut menjadi bagian dari audiensi strategis Dinas Pariwisata DIY bersama Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Anna Rina Herbranti, S.T., M.T., Kamis (20/8/2026). Pertemuan turut dihadiri Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto, S.E., M.M., Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda DIY Rosdiana Puji Lestari, S.T., M.Eng., serta Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) Agnes Dhiany Indria Sari.

Diskusi diarahkan pada penguatan tata kelola pariwisata yang semakin terintegrasi sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor. Berbagai isu strategis kepariwisataan DIY perlu dijawab bersama, dengan meninggalkan cara kerja yang berjalan sendiri-sendiri menuju ekosistem yang saling menguatkan.
Dalam semangat Pentahelix, pembahasan turut menyoroti Peta Jalan Penerbangan Global YIA menuju Visi 2045 serta optimalisasi paket-paket transit tour. Upaya ini menjadi bagian dari langkah membangun Jogja Tourism Ecosystem yang lebih solid, sehingga konektivitas dan potensi antar sektor dapat bergerak sebagai satu kesatuan.

Sebab, pariwisata bukan hanya tentang destinasi. Ketika pariwisata tumbuh, ada UMKM yang bergerak, ekonomi kreatif yang berkembang, lapangan usaha yang terbuka, dan masyarakat yang ikut merasakan manfaatnya.
Dari sinergi lintas institusi, DIY terus melangkah menuju pariwisata yang berkualitas, berdaya saing internasional, inklusif, dan berkelanjutan.

