Desa wisata dan kampung wisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi yang menarik. Pengelolaan yang profesional juga membutuhkan legalitas usaha dan administrasi yang tertata agar potensi wisata bisa berkembang lebih kuat.
Penguatan aspek tersebut menjadi fokus Bimbingan Teknis Perizinan Berusaha Desa Wisata dan Kampung Wisata di DIY Angkatan Kedua yang digelar Dinas Pariwisata DIY di Aula Dinas Pariwisata DIY, Jumat (4/9/2026).
Forum yang dipandu Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Siti Inganati, ini mempertemukan pengelola desa dan kampung wisata dengan sejumlah pihak terkait. Hadir dari unsur Dispar Kabupaten/Kota, DPMPTSP, Bank Indonesia, akademisi, Forkom Pokdarwis, hingga Tim Juri Lomba Desa/Kampung Wisata DIY 2026.

Bimtek tersebut menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Perubahan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, dengan dukungan dari Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Aspek perpajakan menjadi salah satu materi utama. Indra Kusuma Djaya dari Ditjen Pajak Kanwil DIY memberikan pemahaman mulai dari kepatuhan administrasi, NPWP entitas, pendaftaran melalui Coretax, hingga penghitungan PPh Final sebesar 0,5%.

Peserta juga mendapatkan pendampingan praktik melalui simulasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan penyesuaian KBLI 5 digit melalui sistem OSS RBA yang dipandu Firna Hayu Nindya.
Pembekalan tersebut memberi ruang bagi pengelola desa dan kampung wisata untuk tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mencoba langsung proses administrasi yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha pariwisata.
Penguatan legalitas menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan desa dan kampung wisata menuju pengelolaan yang semakin tertib. Administrasi yang jelas juga membuka ruang bagi pengembangan usaha, akses pembiayaan, serta peningkatan daya saing destinasi.

Desa wisata yang siap menerima wisatawan perlu dibarengi dengan tata kelola yang siap berkembang.
Legalitas tertib, usaha lebih siap. Desa wisata pun punya pijakan yang lebih kuat untuk tumbuh, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.


