Suara burung perkutut ramai terdengar di Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Selama dua hari, 12–13 September 2026, ruang publik ini menjadi titik temu para pencinta perkutut dari berbagai daerah dalam Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Raja Hamengkubuwono X Cup ke-XXXV.

Digelar P3SI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY, konkurs nasional tersebut diikuti 812 burung perkutut dalam lima kategori lomba, mulai Piyik Hanging, Piyik Yunior, Piyik Bebas, hingga Dewasa Yunior dan Dewasa Senior.

Datang dari berbagai daerah, peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Perjalanan juga ditempuh para peserta dari Jawa Timur, Madura, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lombok, hingga Bali.

Hampir 90 persen peserta tercatat berasal dari luar Yogyakarta. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebuah kegiatan berbasis komunitas dapat menciptakan pergerakan wisatawan sekaligus memberi dampak pada kebutuhan akomodasi, kuliner, transportasi, dan berbagai kebutuhan selama berada di Yogyakarta.

Geliat ekonomi turut terlihat di sekitar lokasi acara. Sebanyak 20 tenant hadir, terdiri atas 10 pelaku ekonomi kreatif binaan Dinas Pariwisata DIY dan 10 tenant SiBakul. Kuliner, minuman, hingga oleh-oleh menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang ikut tumbuh di tengah gelaran.

Dari suara perkutut, muncul cerita lain tentang Yogyakarta. Sebuah gelaran komunitas tak hanya mempertemukan para penghobi, tetapi juga mendatangkan wisatawan, menggerakkan konsumsi, dan membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut menikmati denyut pariwisata.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!