Pengalaman wisata yang berkesan tidak hanya ditentukan oleh destinasi, tetapi juga oleh kualitas layanan yang diterima wisatawan. Peran pramuwisata menjadi penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, komunikasi yang baik, sekaligus pengalaman yang lebih bermakna bagi wisatawan.
Upaya meningkatkan kualitas tersebut dilakukan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Pramuwisata Lokal bagi Kampung Wisata Patangpuluhan, Kota Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata DIY ini berkolaborasi dengan LSP PARSI, HPI DIY, serta pegiat wisata Kampung Wisata Patangpuluhan.

Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian pelatihan sekaligus uji kompetensi. Materi dan proses sertifikasi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan layanan pramuwisata yang profesional, komunikatif, serta mampu menyampaikan informasi mengenai destinasi secara tepat dan menarik.
Perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), turut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi profesi pramuwisata. Kompetensi, pengetahuan lokal, kemampuan berkomunikasi, dan kualitas pelayanan tetap menjadi bagian penting yang tidak dapat digantikan dalam menghadirkan pengalaman wisata secara langsung.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, peserta diharapkan dapat dinyatakan kompeten dan segera memperoleh KTPP (Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata) sebagai bentuk legalitas sekaligus standar profesional bagi pramuwisata di DIY. Dengan kompetensi yang semakin baik, pramuwisata lokal diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang informatif, ramah, dan berkesan.


