Pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh destinasi yang dikunjungi, tetapi juga oleh bagaimana setiap cerita di balik destinasi disampaikan. Informasi yang akurat, menarik, kontekstual, serta pemahaman terhadap budaya lokal menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan.
Kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompeten tersebut menjadi perhatian Dinas Pariwisata DIY melalui Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Pramuwisata Lokal bagi Pokdarwis Kraton, Selasa (22/09/2026) di Hotel Tasneem, Mergangsan, Yogyakarta. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang berkolaborasi dengan LSP PARSI, HPI DIY, serta pegiat wisata di wilayah Kraton dan sekitarnya.

Penguatan kompetensi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) yang turut mengubah dinamika industri pariwisata. Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto menekankan pentingnya kesiapan SDM pariwisata agar mampu beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan nilai, karakter, dan kekuatan cerita yang bersumber dari budaya lokal.
Momentum pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut World Tourism Day yang diperingati pada 27 September 2026 dengan tema “Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”. Perkembangan teknologi diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata, termasuk dalam mendukung kualitas pelayanan dan pengalaman wisatawan.
Peran pramuwisata tidak berhenti pada mendampingi perjalanan wisatawan. Kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan menarik, memahami sejarah serta budaya lokal, hingga memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan wisata menjadi bagian dari profesionalisme seorang pemandu wisata.

Hal tersebut sejalan dengan Perda DIY Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kepramuwisataan yang menegaskan pentingnya penyelenggaraan kepramuwisataan secara profesional. Melalui pelatihan dan sertifikasi, peserta dipersiapkan untuk memenuhi standar kompetensi sekaligus memperoleh pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
Setelah proses sertifikasi, peserta diharapkan segera memiliki KTPP (Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata) sebagai legalitas dan salah satu standar profesional pramuwisata di DIY. Pendampingan juga akan dilakukan HPI DIY agar peserta semakin siap menerapkan kompetensinya dalam aktivitas kepariwisataan di lapangan.
Kompeten pemandunya, kuat ceritanya, berkesan wisatanya. Upaya meningkatkan kualitas pramuwisata menjadi bagian dari langkah bersama untuk menghadirkan pengalaman wisata yang semakin profesional, aman, dan tetap berakar pada kekayaan budaya Yogyakarta.


