Ada banyak cara mengenal Yogyakarta, mulai dari menjelajahi destinasi wisata, mencicipi kuliner khas, hingga berbaur dengan kehidupan masyarakatnya. Pengalaman-pengalaman inilah yang meninggalkan kesan bagi peserta familiarization trip (famtrip) dari Zimbabwe selama berkunjung ke DIY.
Kesan tersebut mengemuka dalam audiensi peserta famtrip yang difasilitasi KBRI Harare bersama Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, beserta jajaran di Dinas Pariwisata DIY. Para peserta menyampaikan apresiasi terhadap destinasi yang dikunjungi, sajian kuliner yang sesuai dengan selera, serta keramahan masyarakat yang mereka temui sepanjang perjalanan, Senin(12/10/2026).

Cerita menarik hadir ketika mereka menjelajahi Malioboro, menikmati street food, merasakan suasana angkringan, hingga menyaksikan kehidupan kota yang tetap semarak pada malam hari. Kesempatan menari di Jalan Malioboro juga menjadi pengalaman menyenangkan yang memberi warna tersendiri dalam perjalanan mereka. Bahkan, keinginan untuk mencoba kopi Jogja menambah daftar pengalaman yang ingin mereka rasakan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Yogyakarta tidak hanya terletak pada destinasi ikonik, tetapi juga pada kekayaan rasa, interaksi dengan masyarakat, dan suasana lokal yang autentik. Hal-hal sederhana yang dialami secara langsung justru dapat menjadi cerita yang melekat dan dibagikan kembali kepada orang lain.
Melalui famtrip, Yogyakarta mendapat ruang untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya kepada pasar internasional melalui pengalaman nyata. Sebab, perjalanan yang berkesan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang keramahan yang dirasakan, rasa yang dikenang, dan cerita yang dibawa pulang.


