Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi membuka Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XXI di kawasan Pecinan Ketandan, Kota Yogyakarta, sebagai penanda dimulainya perayaan budaya yang telah menjadi ruang perjumpaan lintas tradisi selama lebih dari dua dekade. Mengusung semangat “Warisan Budaya, Kekuatan Bangsa”, PBTY XXI 2026 kembali menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan energi pemersatu yang terus dirawat bersama.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan bahwa PBTY bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga wahana refleksi kolektif untuk merawat harmoni di tengah kemajemukan. Perayaan yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan ini menghadirkan makna toleransi yang semakin kuat, menunjukkan bahwa Yogyakarta tumbuh sebagai ruang hidup yang inklusif dan saling menghormati.

Beragam pertunjukan budaya seperti barongsai, liong, wayang potehi, pameran sejarah, hingga bazar UMKM turut menyemarakkan kawasan Ketandan. Akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa tampak menyatu dalam setiap sajian seni dan kuliner, memperlihatkan bagaimana tradisi yang berbeda dapat berkelindan secara selaras.

Lebih dari sekadar festival, PBTY XXI 2026 menjadi simbol bahwa harmoni adalah proses yang terus dihidupkan. Melalui kolaborasi budaya, penguatan identitas, serta dukungan terhadap pelaku UMKM, perayaan ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pariwisata dan perekonomian lokal Yogyakarta.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!