Meningkatkan kapasitas Desa/Kampung Wisata berbasis masyarakat (community-based tourism/CBT) serta kompetensi sumber daya manusia pengelolanya agar memenuhi standar industri dan layak jual bagi wisatawan menjadi tujuan pelaksanaan Program Penguatan Desa/Kampung Wisata Tahun 2026. Untuk itu, Dinas Pariwisata DIY menggelar rapat koordinasi perdana di Aula Sapta Pesona, Rabu (08/04/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY serta didukung oleh Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-DIY. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara desa wisata dengan industri pariwisata, sehingga produk wisata yang dikembangkan semakin siap dipasarkan dan mampu memenuhi ekspektasi wisatawan.
Pada tahap awal, terdapat lima desa/kampung wisata usulan dari kabupaten/kota dengan klasifikasi maju dan mandiri yang akan mengikuti proses kurasi, yakni Kampung Wisata Cokrodiningratan di Kota Yogyakarta, Desa Wisata Tinalah di Kulon Progo, Desa Wisata Bumi Mataram Pleret di Bantul, Desa Wisata Sidoharjo di Gunungkidul, serta Desa Wisata Grogol di Sleman.

Selama April 2026, kelima desa/kampung wisata tersebut akan melalui tahapan seleksi administrasi hingga verifikasi lapangan yang dijadwalkan mulai 13 April. Dari proses kurasi tersebut akan dipilih dua desa/kampung wisata untuk mendapatkan pendampingan intensif.
Pendampingan akan dilaksanakan selama empat bulan, mulai Mei hingga Juli 2026, dan diakhiri dengan uji coba paket wisata (test tour) pada Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan kualitas produk wisata desa sebelum dipasarkan kepada wisatawan maupun industri pariwisata.

