Memperkuat posisi DIY sebagai destinasi wisata yang inklusif sekaligus meningkatkan skor Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) menjadi tujuan utama Dinas Pariwisata DIY dalam menyelenggarakan Sosialisasi Pariwisata Ramah Muslim (PRM) pada Senin (13/4/2026) di Desa Wisata Gulurejo, Lendah, Kulon Progo. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini diikuti para pelaku pariwisata, pengelola destinasi, serta desa wisata di wilayah Kulon Progo.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya penyediaan layanan wisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, mulai dari ketersediaan makanan dan minuman halal yang menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar wisatawan di DIY, hingga sarana ibadah yang bersih serta fasilitas sanitasi yang higienis sesuai pedoman Kementerian Pariwisata tahun 2024.

Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama DPRD DIY, Masyarakat Ekonomi Syariah DIY, serta asosiasi pariwisata seperti ASITA, ASTINDO, PHRI, PUTRI HPI, Forkom Desa/Kampung Wisata DIY, hingga pengelola destinasi dan desa wisata di Kulon Progo.
Hadir sebagai narasumber antara lain M. Ajrudin Akbar dari Komisi B DPRD DIY, Ghifari Yuristiadhi dari Masyarakat Ekonomi Syariah DIY dan SV UGM, Coach Wulan sebagai pelatih Indonesia, serta budayawan dan penulis Irfan Afifi.

Pariwisata Ramah Muslim bukanlah konsep eksklusif, melainkan pendekatan layanan wisata yang inklusif dengan menekankan kebersihan, kenyamanan, serta kualitas layanan bagi seluruh segmen wisatawan.

