Klasifikasi desa dan kampung wisata perlu terus bergerak mengikuti perubahan. Indikator, kriteria, hingga bukti dukung perlu dicermati kembali agar tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan pengembangan pariwisata di lapangan.
Menindaklanjuti proses sinkronisasi dan harmonisasi instrumen Klasifikasi Desa/Kampung Wisata DIY, Dinas Pariwisata DIY menggelar Focus Group Discussion (FGD) Updating Instrumen Klasifikasi Desa/Kampung Wisata di Aula Sapta Pesona, Dinas Pariwisata DIY, Jumat (04/09/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata DIY, Siti Inganati, serta dihadiri GKR Bendara, jajaran Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-DIY, dan Tim Pokja DIY.
Dua narasumber turut memberikan perspektif dalam pembahasan, yakni Ike Janita Dewi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sanata Dharma serta Destha Titi Raharjana dari Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada.

Pembahasan berfokus pada pencermatan kembali instrumen klasifikasi yang mengacu pada delapan aspek sebagaimana diatur dalam Pergub DIY Nomor 40 Tahun 2020. Setiap indikator, kriteria, dan bukti dukung dicermati untuk memastikan instrumen tidak hanya sesuai secara regulasi, tetapi juga dapat diterapkan secara relevan di lapangan.
Di tengah proses tersebut, dukungan kebijakan terkait pengembangan Pokdarwis dan Desa/Kampung Wisata yang saat ini tengah digodok Kementerian Pariwisata menjadi momentum positif. Kebijakan yang semakin kuat diharapkan dapat memberi ruang lebih besar bagi desa dan kampung wisata untuk tumbuh, beradaptasi, dan memperkuat daya saing.

Pembaruan instrumen ini menjadi bagian dari upaya membangun klasifikasi desa/kampung wisata yang lebih berkualitas, adaptif, inklusif, dan berdaya saing.
Sebab, desa wisata yang kuat bukan hanya tentang bagaimana sebuah destinasi berkembang, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya tumbuh bersama dan pariwisata tetap memiliki daya tahan untuk menghadapi perubahan.
Dari desa dan kampung wisata, kita bangun pariwisata DIY yang berketahanan dan berkelanjutan.

