Event pariwisata bukan sekadar agenda yang ramai di kalender. Di balik keramaian, ada pergerakan wisatawan, transaksi usaha, hingga peluang ekonomi yang ikut tumbuh.

Dinas Pariwisata DIY melalui Bidang Pemasaran Pariwisata membahas hal tersebut dalam Rakor Dampak Ekonomi Event, Senin (07/09/2026). Tiga event menjadi bahan pembahasan, yakni Keroncong Plesiran, Jogja International Kite Festival, dan Jelajah Ruang Menoreh.

Pembahasan tidak berhenti pada jumlah kunjungan atau kemeriahan acara. Pergerakan wisatawan juga dilihat dari dampaknya terhadap aktivitas ekonomi di sekitar event.

Wisatawan datang, kuliner ikut ramai. Pelaku UMKM mendapat peluang transaksi. Usaha lokal bergerak. Destinasi pun memperoleh panggung promosi yang lebih luas.

Rangkaian aktivitas tersebut menjadi bagian dari multiplier effect pariwisata yang ingin terus diperkuat. Event diharapkan mampu menciptakan manfaat yang menjalar dari penyelenggaraan acara hingga ke pelaku usaha dan masyarakat.

Melalui rakor ini, Dinas Pariwisata DIY melihat sejauh mana tiga event tersebut mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata di daerah.

Event yang baik tidak berhenti ketika panggung ditutup. Jejaknya tetap terasa di warung yang lebih ramai, homestay yang terisi, UMKM yang mendapat pembeli, hingga destinasi yang semakin dikenal.

Event jalan, ekonomi ikut bergerak.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!