Layanan wisata yang inklusif, nyaman, dan berkualitas terus didorong untuk memperkuat ekosistem pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya melalui pengembangan Pariwisata Ramah Muslim (PRM) yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berwisata yang semakin mudah dan nyaman bagi wisatawan Muslim.
Penguatan PRM dibahas dalam audiensi antara Dinas Pariwisata DIY dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Kamis (17/9/2026) sore. Audiensi yang diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto tersebut membahas peluang pengembangan layanan wisata yang inklusif, berkualitas, sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan dan karakter budaya Yogyakarta.

Turut hadir Maya dari Biro PSDA Setda DIY yang mewakili Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DIY. Pengembangan PRM menjadi salah satu bagian dari kegiatan KDEKS DIY dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah, MES, pelaku usaha, desa dan kampung wisata, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mendorong tersedianya layanan wisata yang semakin aman, nyaman, dan mudah diakses wisatawan Muslim, tanpa menghilangkan karakter budaya serta nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta.
Penguatan Pariwisata Ramah Muslim menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun ekosistem pariwisata DIY yang semakin inklusif, berkualitas, dan berdaya saing.


