Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui partisipasi enam jenama fesyen lokal dalam kegiatan Coaching Clinic Pengembangan Produk Fesyen Muslim 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Direktorat Fesyen, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain.
Kegiatan yang dilaksanakan di Yogyakarta ini bertujuan memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas bagi pelaku usaha fesyen muslim dalam mengembangkan produk yang lebih inovatif, bernilai tambah, dan memiliki daya saing yang tinggi di pasar nasional maupun global, Jumat (12/06/2026).

Enam jenama yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan peserta terpilih dari program Rupacipta Creative Bootcamp 2026, sebuah program pengembangan ekonomi kreatif yang diinisiasi oleh Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kreatif melalui peningkatan kompetensi, pengembangan produk, dan penguatan strategi bisnis.
Adapun enam jenama yang mengikuti coaching clinic tersebut adalah Marenggo, Hanenda.idn, Jagad Ecoshi, Ayunee by Melati Soedjarwo, Nicolo, dan Gorriland. Keenam jenama ini telah melalui proses pembinaan dan seleksi sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri serta kebutuhan pasar yang dinamis.

Melalui coaching clinic ini, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dalam berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, pengembangan desain, inovasi produk, hingga strategi penciptaan nilai tambah. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami tren dan kebutuhan pasar fesyen muslim yang terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi produk mereka di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Partisipasi enam jenama DIY dalam program ini menjadi bukti bahwa pelaku ekonomi kreatif Yogyakarta memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang. Selain menghasilkan produk yang berkualitas, para pelaku usaha juga didorong untuk menghadirkan karya yang memiliki karakter kuat, mengangkat nilai budaya lokal, serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam proses kreatif dan bisnisnya.

Pengembangan subsektor fesyen merupakan salah satu fokus dalam penguatan ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan kolaborasi dengan pemerintah pusat, akademisi, komunitas, dan pelaku industri, Dinas Pariwisata DIY terus berupaya menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Diharapkan melalui kegiatan ini, semakin banyak jenama fesyen dari Yogyakarta yang mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk kreatif, serta berkontribusi dalam memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif unggulan di Indonesia.

