Kicauan burung-burung terbaik dari berbagai daerah di Indonesia menggema di Taman Pemda Sleman dalam gelaran Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Paku Alam Seri XII yang berlangsung pada Minggu (14/6). Event bergengsi ini menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah silaturahmi nasional bagi komunitas pecinta burung berkicau.
Sebanyak 1.380 peserta turut ambil bagian dalam lomba yang menghadirkan berbagai kelas perlombaan. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menciptakan atmosfer kompetitif yang meriah sekaligus memperkuat jejaring antaranggota komunitas burung berkicau di Indonesia.

Penyelenggaraan Piala Paku Alam Seri XII menjadi salah satu bentuk pengembangan wisata minat khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menjadi ajang unjuk kualitas burung berkicau, kegiatan ini juga memperkuat eksistensi komunitas serta mendorong tumbuhnya interaksi sosial yang positif di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyampaikan bahwa event komunitas seperti lomba burung berkicau memiliki dampak yang lebih luas terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Kehadiran peserta dan pengunjung turut menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari UMKM, kuliner, akomodasi, hingga ekonomi kreatif yang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.

Bagi para penghobi burung berkicau, Piala Paku Alam Seri XII juga menjadi ajang pemanasan menuju Lomba Burung Berkicau Piala Raja yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang di Yogyakarta. Event ini menjadi salah satu kompetisi paling dinantikan oleh komunitas burung berkicau dari seluruh Indonesia.
Melalui penyelenggaraan event minat khusus yang konsisten, DIY terus memperkuat posisinya sebagai destinasi yang mampu mengakomodasi beragam komunitas dan hobi. Selain memperkaya atraksi wisata, kegiatan seperti Piala Paku Alam Seri XII juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas.


